19 agustus 2023

 BAGIAN 1

   hari ini adalah hari ke 6 kegiatan ospek di kampus ku. tanpa kusadarai aku melakukan banyak kesalahan sebagai daplok hingga membuat maba yyang ku dampingi merasa risih atas kehadiran ku. aku melakukan suatuhal yang tidak seharusnya aku lakukan. aku mengelus beberapa kepala maba ku yang cewe dengan maksud memberikan perhatian. entah apa yang salah dengan pola fikir ku hingga melakukan tindakan itu. bagi sebagian orang mungkin normal dan mungkin juga tidak, namu aku sendiri tidak mau membenarkan tindakan ku. kenapa? karna faktanya mereka merasa risih dengan perlakuan ku yg seperti itu.

    hari ini juga aku di pangginl oleh kadiv ku karna parnerku curhat ttg masalah tersebut. aku tidak menyalahkkannya karna melapor karna ya seperti yang ku katakan, para mabaku merasa risih. entah dengan niat seperti apapun aku melakukan itu, jika faktanya mereka merasa risih dan tidak nyaman maka aku pantas di salahkan. setelah di panggil aku disidang untuk sementara waktu atas perbuatan ku. untuk saat ini aku di pulangkan dan tidak dibenarkan untuk mendampingi kelompok ku selama kegiatan.

    aku mengakui kesalahan ku. pada saat itu aku mulai berfikir atas segala tindakan ku. ya aku memang salah, semua hal ini akan ku jadikan pelajaran mengapa aku yang dulu pernah punya prinsip takut menyentuh wanita bisa berakhir dengan mengelus kepala anak orang sembarangan tanpa izin.

    setelah diperintahkan untuk pulang, aku pergi ke tempat biasanya aku merenung dan menenangkan diri serta berfikir atas semuua ini, ditemani beberapa batang roko LA ice dan teh botolan. setelah itu aku lanjutkan pergi ke sebuah mall untuk menenagkan diri dengan secangkir kopi dan berakhir dengan mmemutuskan menulis sebuah diary hidupku pada blog ini.

    aku tidak tau apa yangakan terjadi pada sore nanti ketika aku di panggil kembali. jujur aku memiliki perasaan tidak siap untuk menghadapi beberapa konsekuensi yang terbesit di benak ku. tapi di luar itu ahu harus siap menghadapi semua konsekuensi yang akan terjadi.


BAGIAN 2

        kalimat "seoarang pencuri tidak akan pernah mengakui kesalahan nya" atau "pencuri mana yang mau ngaku". terdengar seperti sebuah kalimat  yang memiliki 2 mata pedang. kalimat tersebut tidak salah tapi ketika seseorang yang yang melakukan sesuatu benar melakukan haltersebut dengan niat yang tidak sesuai dengan tuduhan apakah dia tidak bisa memberikan penjelasan?

    benar aku mengakui perbuatan ku salah entah apa yang sudah salah dari diriku saat ini hingga mampu menormalisasi kegiatan ku tersebut. namun kalimat di atas cukup layak menjadi sebuah pembahasan. di satu sisi aku mengakui perbuatan ku tersebut benar aku lakukan namun jujur aku melakukannya dengan niat ingin memberikan kenyamanan. memang mungkin cara itu salah tapi apakah layak mendapatkan tuduhan cabul? atau memang mental ku yang rusak dan harus diperbaiki karna menormalisasi hal tersebut?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

13 september 2023

20 Agustus 2023

20 november 2023