19 oktober 2024
hari hari ku dipenuhi dengan kebingungan dan keragu raguan untuk bertindk, sudah 1 bulan berlalu sejak pemanggilan ku oleh satgas PPKS. setelahnya aku tetap menjalani hati hariku menjadi mahasiswa kupu kupu yangmana sangat bertolakbelakang dengan sifat ku yang pada dasarnya adalah mahasiswa kura kura. jujur saja aku sangat tersiksa untuk menjadi kupu kupu, aku yang juga seseorang yang senang bergaul dan bertemu orang baru sekarang ragu untuk berkenalan dan ngobrol dengan orang orang yang ada di kampusku sendiri. karena aku tidak tau apakah mereka sudah mengetahui isu tentangku atau tidak, dan jika mereka memang sudah tau, sehiperbola apa mereka mengetahui nya.
disisi lain dalam waktu sebulan ini aku mengalami banyak hal. diantaranyya aku diajak teman ku pergi ke club. aku menyetujui nya karna ingin merasakan suasana disana. club mungkin merupakan tempat yang negatif dengan semua image alkohol dugem dan cewe. namun pada dasarnya tujuan ku ialah untuk mencari teman ngobrol dan nongkrong yang tidak bisa aku dapatkan lagi di sekitar kampus. ya pada saat ini aku masih ragu dan takut untuk nongkrong disekitar kampus yang mana banyak anak kampusku yang nongkrong disana. pada akhirnya malam minggu itupun aku ikut dengan teman ku ke club disana aku bertemu dengan seseorang yang nyambung ngobrol dengan ku, dan berakhir kami bertukar nomor.
di lain hari juga aku akhirnya menemukan cafe yang cocok dan nyaman bagiku untuk nugas. banyak hal menarik juga yang terjadi di cafe ini diantaranya aku bertemu dengan orang baru. aku juga sempat bertemu dengan teman ku baru baru ini disini. dia adalah ketua angkatan 22 prodi PWK. aku bertemu dengan nya dlu karna mengurus malasah anggota kami ketika aku masih menjadi ketua angkatan dlu. kami ngobrol beberapa hal, dan aku juga sempat bertanya apakah dia tau tentang masalahku. dia menjawab tau dan tidak menelan mentah mentar kabar tersebut serta masih respect dengan ku. memang kebanyakan orang yang kutemui bersikap seperti ini. harusnya cukup untuk membuatku berfikir bahwa anggapan orang diluarsana tidak seburuk itu, namun aku masi tidak bisa.
belakangan ini aku mulai suntuk dengan keseharianku menjadi kupu kupu, akhirnya aku memberanikan diri untuk kembali aktif sedikit demi sedikit namun di belakang layar. sementara ini aku masih menjadi humas di 2 kepanitiaan, ya aku bekerja di balik layar menguruus perizinan terkait event tersebut. divisi humas adalah suatu keahlian ku yang kuakui, karena aku memiliki pengalaman yang kurasa cukup untuk dianggap berpengalaman di divisi ini. pada hari itu aku mulai mengurus dandatangan proposal ke pembina. di tempat lain aku juga meminta izin kepada teman ku untuk ikut membersamai dia kerkom dengan kelompok kader IKM. ya temanku inii adalah daplok di kaderisasi IKM maka aku izin untuk imut dengan nya demi memenuhi ego ku untuk kembali berkenalan dan berbaur dengan orang baru.
aku juga sempat kembali aktif membantu di tempat fotocopy dimana dlu aku sempat bekerja. aku dlu sempat bekerja disalahsatu fotocopy di dekat kampusku, ya walaupun tidak bisa di bilang bekerja karna aku tidak melakukan kontrak gaji. aku hanya menolong dan terkadang mendapatkan makanan, minuman ataupun rokok gratis. setelahnya aku kembali menemui kahim ku dan bertanya perihal ini. dia menjawab mending gausah dlu karna masi rawan untuk aku terlalu terlihat di permukaan karena empat fotocopy itupun berada sanngat dekat dengan kampus.
terkait dengan pemanggilanku ke satgas ppks sampai detik ini yang mana sudah lebih dari sebulan sayangnya belum ada kejelasan lebih lanjut tentang konsekuensi yang akan aku terima. dan alhasil aku harus tetap menghilang dan menjadi kupu kupu. ya dan hal hal yang aku sebutkan sebelumnya adalah beberapa ceritaku selama sebulan ini untuk memenuhi ego dan kemauan ku untuk tetap berinteraksi berkenalan dan bertemu dengan orang baru.
Komentar
Posting Komentar